Minggu, 22 Januari 2017

perbedaan masyarakat desa dan kota

assalamualaikum. perkenalkan nama saya Farhan Agitya dari kelas 1TA04 jurusan teknik sipil unversitas Gunadarma. pada kesempatan kali ini saya akan mencoba memaparkan tentang perbedaan masyarakat desa dan kota.

1. Cara berkomunkasi
Jika di lihat dari cara mereka berkomunikasi jelas masyarakat desa masih unggul dalam hal kesopanan di bandingkan masyarakat kota. jika kita bandingkan tutr kata yng di keluarkan oleh masyarakat desa jauh lebih baik dan lebih sopan. kenapa bisa begitu? mungkin karena masyarakat desa belum terlalu megenal dunia luar atau istilah nya belum terlalu mengerti bahasa gaul.

2. Tolong menolong
mana yang lebih di unggulkan dalam hal tolong menolong? masyarakat desa kah? atau justru masyarakat kota yang lebih unggul?.
menurut pengalaman yang saya dapat ketika saya pulang ke kampung halaman saya, masyarakat disana lebih pandai dalam hal tolong menolong. misalnya, jika ada tetangga yang mempunyai ketersediaan beras tetapi mereka tidak punya sayuran untuk di masak, maka tetangga yang mempunyai lahan sayur mayur di sawah memperbolehkan tetangga nya itu untuk mengambil sayur yang ada di lahan itu. bagaimana jika masyarakat di perkotaan? pada umumnya orang di kota itu lebih senang mengurus diri nya sendiri mereka masih ada rasa gengsi jika membutuhkan sesuatu tapi walaupun tidak semua nya seperti itu. dan juga masyarakat di kota khususnya perkomplekan, mereka saja hampir tidak mengenal tetangga yang berada di sebelah rumah mereka, kenal mungkin tapi kalo se akrab ,asyarakat di desa? iya atau tidak?.


dan berikut adalah perbedaan karateristik asyarakat desa dan kota.

masyarakat desa :

Sederhana
Mudah curiga
Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
Mempunyai sifat kekeluargaan
Lugas atau berbicara apa adanya
Tertutup dalam hal keuangan mereka
Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
Menghargai orang lain
Demokratis dan religius
Jika berjanji, akan selalu diingat
Sedangkan cara beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.

masyarakat kota :

1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya.

2.  orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain

3. di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.

4. jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.

5. interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.